''Sejenak Bersama Bapak SBY "
Selasa, 29 April 2014
Presiden
SBY menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk
atas prakarsa dan upaya pembelian satelit. BRI satu-satunya bank di
dunia yang mengorbitkan satelitnya sendiri.
"Ini tonggak sejarah yang penting karena BRI adalah pertama di dunia yang punya satelit sendiri. Yang hampir pasti berguna untuk bisnisnya. Dengan teknologi ini diharapkan daya saing perbankan bisa meningkat dan semua masyarakat bisa terlayani dengan baik," kata Presiden SBY seusai menyaksikan penandatanganan perjanjian antara PT BRI dengan Space Systems/Loral, LLC dan Arianespace di Gedung BRI 1, Jakarta, Senin (28/4).
Kepala Negara juga berharap, meningkatnya kinerja BRI harus ditunjukkan dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) serta mampu melayani masyarakat seluruh Indonesia dengan baik dan minim hambatan.
"Tak kalah pentingnya, financial inclusion oleh setiap warga negara. Fasilitas keuangan harus bisa didapatkan di Indonesia," Presiden SBY menambahkan.
"Ini tonggak sejarah yang penting karena BRI adalah pertama di dunia yang punya satelit sendiri. Yang hampir pasti berguna untuk bisnisnya. Dengan teknologi ini diharapkan daya saing perbankan bisa meningkat dan semua masyarakat bisa terlayani dengan baik," kata Presiden SBY seusai menyaksikan penandatanganan perjanjian antara PT BRI dengan Space Systems/Loral, LLC dan Arianespace di Gedung BRI 1, Jakarta, Senin (28/4).
Kepala Negara juga berharap, meningkatnya kinerja BRI harus ditunjukkan dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) serta mampu melayani masyarakat seluruh Indonesia dengan baik dan minim hambatan.
"Tak kalah pentingnya, financial inclusion oleh setiap warga negara. Fasilitas keuangan harus bisa didapatkan di Indonesia," Presiden SBY menambahkan.
Percepatan
pembangunan infrastruktur sekarang justru mendorong pertumbuhan di luar
Pulau Jawa. Inilah yang membedakan Masterplan Percepatan dan Perluasan
Ekonomi (MP3EI) dengan program-program pembangunan di waktu lalu.
"Saya yakin keperluan semen secara nasional akan meningkat karena pembangunan infrastruktur tadi memerlukan semen sebagai bahan bangunannya," ujar Presiden SBY saat meninjau pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/4) dalam rangka menyongsong Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei mendatang.
Ada dua alasan mengapa Presiden SBY mengunjungi perusahaan dan mengetahui kondisi buruh. Pertama, perusahan itu harus tumbuh. Kedua, jangan lupa untuk memperhatikan tenaga kerja, bukan hanya upahnya tapi juga kesejahteraan karyawan secara menyeluruh.
"Ini kerap jadi isu sosial dan politik. Apalagi kalau para politisi ada yang menjadikannya komoditi politik," SBY menjelaskan.
Selama memimpin Indonesia, pandangan Presiden tetap sama, yakni tidak boleh dipisah antara berkembangnya perusahaan dengan meningkatnya kesejahteraan buruh. Perusahaan menggunakan tenaga terampil agar usaha tumbuh dengan baik, dan ketika bisnis tumbuh baik, maka perhatikan dan tingkatkan juga kesejahteraan buruhnya
"Saya yakin keperluan semen secara nasional akan meningkat karena pembangunan infrastruktur tadi memerlukan semen sebagai bahan bangunannya," ujar Presiden SBY saat meninjau pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/4) dalam rangka menyongsong Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei mendatang.
Ada dua alasan mengapa Presiden SBY mengunjungi perusahaan dan mengetahui kondisi buruh. Pertama, perusahan itu harus tumbuh. Kedua, jangan lupa untuk memperhatikan tenaga kerja, bukan hanya upahnya tapi juga kesejahteraan karyawan secara menyeluruh.
"Ini kerap jadi isu sosial dan politik. Apalagi kalau para politisi ada yang menjadikannya komoditi politik," SBY menjelaskan.
Selama memimpin Indonesia, pandangan Presiden tetap sama, yakni tidak boleh dipisah antara berkembangnya perusahaan dengan meningkatnya kesejahteraan buruh. Perusahaan menggunakan tenaga terampil agar usaha tumbuh dengan baik, dan ketika bisnis tumbuh baik, maka perhatikan dan tingkatkan juga kesejahteraan buruhnya
Langganan:
Postingan (Atom)


